Minggu, 18 Februari 2018

KUTIPAN KATA BIJAK – Ulama Indonesia - Tokoh Nasional - Tokoh Dunia


KUTIPAN KATA BIJAK – Ulama Indonesia

 

Buya Hamka

Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia
Lahir: 1908-1981

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih di kenal dengan Buya Hamka. Beliau lahir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, lebih tepatnya di Sungai Batang, Tanjung Raya, pada tanggal 17 Februari 1908. Beliau adalah seorang sastrawan Indonesia, ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Beliau dibesarkan dalam tradisi Minangkabau, Buya Hamka di Sekolah Dasar Maninjau hanya sampai kelas dua. Sejak muda Beliau di kenal sebagai seorang pengelana. Hamka dikenal sebagai seorang moderat. Tidak pernah beliau mengeluarkan kata-kata keras, apalagi kasar dalam komunikasinya. Beliau lebih suka memilih menulis roman atau cerpen dalam menyampaikan pesan-pesan moral Islam. Beliau meninggal pada usia 73 tahun, di Jakarta, pada tanggal 24 juli 1981. Atas jasa dan karya-karyanya, Buya Hamka menerima anugerah penghargaan, antaralai: Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar Cairo pada tahun 1958, Doctor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia pada tahun 1958, Gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.


Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri.
(Buya Hamka)

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
(Buya Hamka)

Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.
(Buya Hamka)

Kehidupan itu laksana lautan. Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang. Hilang di tengah samudera yang luas. Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi.
(Buya Hamka)

Agama tidak melarang sesuatu perbuatan kalau perbuatan itu tidak merusak jiwa. Agama tidak menyuruh, kalau suruhan tidak membawa selamat dan bahagia jiwa.
(Buya Hamka)

Air mata berasa asin itu karenanya air mata adalah garam kehidupan.
(Buya Hamka)

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
(Buya Hamka)

Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Yang takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, kerana dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.
(Buya Hamka)

Bahwasanya air mata tiadalah ia memilih tempat untuk jatuh, tidak pula memilih waktu untuk turun.
(Buya Hamka)

Bahwasanya cinta yang bersih dan suci (murni) itu, tidaklah tumbuh dengan sendirinya.
(Buya Hamka)

Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani.
(Buya Hamka)

Jika kita dapat menyelamatkan diri kita sendiri, para Nabi tidak perlu ada untuk keselamatan kita.
(Buya Hamka)

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
(Buya Hamka)

Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada orang yang mati di atas pesawat.
Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur.
(Buya Hamka)

Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.
(Buya Hamka)

Satu hati lebih mahal dari pada senyuman. Satu jiwa lebih berharga dari pada sebentuk cincin.
(Buya Hamka)

Adil ialah menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya dan jangan berlaku zalim di atasnya. Berani menegakkan keadilan, walaupun mengenai diri sendiri, adalah puncak segala keberanian.
(Buya Hamka)

Bertobat tidak hanya berarti menyesali dosa tetapi juga membenci dosa.
(Buya Hamka)

Ikhlas dan sejati akan bertemu di dalam senyuman anak kecil, senyum yang sebenarnya senyum, senyum yang tidak disertai apa-apa.
(Buya Hamka)

Hanya menumpahkan air mata itulah kepandaian yang paling penghabisan bagi seorang wanita.
(Buya Hamka)

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat.
(Buya Hamka)

Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.
(Buya Hamka)

Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik.
(Buya Hamka)

Kenal akan keindahan dan sanggup menyatakan keindahan itu kepada orang lain adalah bahagia.
(Buya Hamka)

Semangat yang lemah buanglah jauh jiwa yang kecil segera besarkan yakin percaya iman pun teguh zaman hadapan penuh harapan.
(Buya Hamka)

Al-Quran yang dibaca baik-baik adalah tanda jiwa yang kenyang akan makanan bergizi.
(Buya Hamka)

Anak lelaki tak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah buat berjuang, kalau perahunya telah dikayuhnya ke tengah, dia tak boleh surut palang, meskipun bagaimana besar gelombang. Biarkan kemudi patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang.
(Buya Hamka)

Tali yang paling kuat untuk tempat bergantung adalah tali pertolongan Allah.
(Buya Hamka)

Positif, bukan negatif. Aktif, bukan pasif.
(Buya Hamka)

Tuan boleh kata muslim itu fanatik, tapi tuan juga harus dengar kata hati tuan bahwa itu adalah modal besar bagi kemerdekaan Indonesia. Untuk tuan tahu, itu bukanlah fanatik, itu adalah gairah.
(Buya Hamka)

Emas tak setara dengan loyang. Sutra tak sebangsa dengan benang.
(Buya Hamka)

Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan.
(Buya Hamka)

Kata-kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.
(Buya Hamka)

Satu-satunya alasan kita untuk hadir di dunia ini adalah untuk menjadi saksi atas keesaan Allah.
(Buya Hamka)

Supaya engkau mendapat sahabat, hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang.
(Buya Hamka)

Tahan menderita kepahitan hidup sehingga penderitaan menjadi kekayaan adalah bahagia.
(Buya Hamka)

Waktu bagi orang Islam adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan.
(Buya Hamka)

Panggilan 'ayah' dari anak-anak, ketika si buruh pulang dari pekerjaannya, adalah obat duka dari dampratan majikan di kantor. Suara 'ayah' dari anak-anak yang berdiri di pintu, itulah yang menyebabkan telinga menjadi tebal, walaupun gaji kecil. Suara 'ayah' dari anak-anak, itulah urat tunggang dan pucuk bulat bagi peripenghidupan manusia.
(Buya Hamka)

Bangunlah kekasih ku umat Melayu. Belahan asal satu turunan bercampur darah dari dahulu persamaan nasib jadi kenangan.
(Buya Hamka)

Riwayat lama tutuplah sudah sekarang buka lembaran baru. Baik hentikan termenung gundah, apalah guna lama terharu.
(Buya Hamka)

Nafsu yang menyebabkan marah dan dengki.
(Buya Hamka)

Sebesar-besar atau seberat-berat urusan, jangan dihadapi dengan muka berkerut, kerut muka itu dengan sendirinya menambahkan lagi kerut pekerjaan itu.
(Buya Hamka)

Janji Tuhan sudah tajalli, mulialah umat yang teguh iman. Allah tak pernah mungkir janji tarikh riwayat jadi pedoman.
(Buya Hamka)

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.
(Buya Hamka)

Undang-undang adab dan budi pekerti membentuk kemerdekaan bekerja. Undang-undang akal membentuk kemerdekaan berfikir. Dengan jalan menambah kecerdasan akal, bertambah murnilah kemerdekaan berfikir.
(Buya Hamka)

Kemunduran negara tidak akan terjadi kalau tidak kemunduran budi dan kekusutan jiwa.
(Buya Hamka)

Kerana apabila saya bertemu dengan engkau, maka matamu yg sebagai bintang timur itu sentiasa menghilangkan susun kataku.
(Buya Hamka)

Kita memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari.
(Buya Hamka)

Yang amat ajaib ialah peperangan di antara otak dan hati. Beberapa saat dia dapat dilupakan dan hati mengikut dengan patuh apa kehendak otak. Tapi bila kelihatan rumah tangganya, atau kelihatan rupanya sendiri, dan kadang-kadang bila namanya disebut orang, hati lupa akan perintah otak, ia kembali berdebar ia surut kepada kenang-kenangannya yang lama. Ini yang kerap kali mengalahkan anakanda.
(Buya Hamka)

Kalau tuhan tidak menjadikan perhambaan dan perbudakan,tentu tidak akan timbul keinginan hendak mengejar kemerdekaan. Memang kalau tiada kesakitan, orang tidak mempunyai keinginan untuk mengejar kesenangan.Oleh itu tidak keterlaluan jika dikatakan bahwa sakit dan pedih adalah tangga menuju kejayaan.
(Buya Hamka)

Oleh sebab itu maka bertambah tinggi perjalanan akal, bertambah banyak alat pengetahuan yang dipakai, pada akhirnya bertambah tinggi pulalah martabat Iman dan Islam seseorang.
(Buya Hamka)

Orang berakal hidup untuk masyarakatnya, bukan buat dirinya sendiri.
(Buya Hamka)

Tuhan menilai apa yang kita beri dengan melihat apa yang kita simpan.
(Buya Hamka)

Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan.
(Buya Hamka)

Kalau nyata harta benda tak dapat menangkis sakit, tidak dapat menolak demam, tidak dapat menghindarkan maut, nyatalah bahwa kesusahan yang menimpa orang kaya serupa dengan kesusahan yang menimpa orang miskin.
(Buya Hamka)

Kemerdekaan suatu negara dapat dijamin teguh berdiri apabila berpangkal pada kemerdekaan jiwa.
(Buya Hamka)

Hujung akal itu fikir, pangkal agama itu zikir.
(Buya Hamka)

Saya merasa ingat kepadanya adalah kemestian hidup saya, rindu kepadanya membukakan pintu angan-angan saya menghadapi zaman yang akan datang.
(Buya Hamka)

Tegakkan cita-cita lebih dahulu sebelum berusaha.
(Buya Hamka)

Diribut runduklah padi
Dicupak datuk Temenggung
Hidup kalau tidak berbudi
Duduk tegak kemari canggung

Tegak rumah karena sendi
Runtuh budi rumah binasa
Sendi bangsa ialah budi
Runtuh budi runtuhlah bangsa.
(Buya Hamka)

Kegunaan harta tidak dimungkiri. Tetapi ingatlah yang lebih tinggi ialah cita-cita yang mulia.
(Buya Hamka)

Riwayat lama tutuplah sudah sekarang buka lembaran baru. Baik hentikan termenung gundah, apalah guna lama terharu.
(Buya Hamka)

Apakah keuntungan dan bahagianya cinta yang tiada berpengharapan?
Bukankah cinta itu sudah satu keuntungan dan pengharapan?
(Buya Hamka)

Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani. Meskipun bagaimana kita mengelak dari ketentuan yang tersebut dalam nasib itu, tiadalah dapat, tetapi harus patuh kepada perintahnya.
(Buya Hamka)

Saya akan pikul rahasia itu jika engkau percayakan kepada saya dan saya akan masukkan ke dalam perbendaharaan hati saya dan kemudian saya kunci pintunya erat-erat. Kunci itu akan saya lemparkan jauh-jauh sehingga seorang pun tak dapat mengambilnya kedalam lagi.
(Buya Hamka)

Kadang-kadang cinta bersifat tamak dan loba, kadang-kadang was-was dan kadang-kadang putus asa.
(Buya Hamka)

Orang yang berakal pergi ke medan perang membawa senjata. Berbantah dan bertukar pikiran dengan cukup alasan. Berlawan dengan kekuatan. Karena dengan akallah tercapai hidup, dengan budi tenanglah hati, dengan pikiran tercapai maksud, dengan ilmu ditaklukkan dunia.
(Buya Hamka)

Tetapi Tuan... kemustahilan itulah yang kerap kali memupuk cinta.
(Buya Hamka)

Takut akan kena cinta, itulah dua sifat dari cinta, cinta itulah yang telah merupakan dirinya menjadi suatu ketakutan, cinta itu kerap kali berupa putus harapan, takut cemburu, hiba hati dan kadang-kadang berani.
(Buya Hamka)

Semakin banyak ilmu semakin lapang hidup, semakin kurang ilmu semakin sempit hidup
(Buya Hamka)

Jika Diam Saat Agamamu Dihina, Gantilah Bajumu Dengan Kain Kafan
(Buya Hamka)

Rasa cemburu (ghiroh) dalam konteks beragama adalah konsekuensi dari Iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina, bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri.
Ini pertanda masih adanya ghiroh didalam dirinya. Bangsa penjajah pun telah mengerti tabiat Umat Islam yang semacam ini.
Jika agamamu, nabimu, kitabmu dihina dan engkau diam saja, jelaslah ghiroh telah hilang darimu.
Jika ghiroh tidak lagi dimiliki oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dari segala sisi.
Jika ghiroh telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan. Sebab kehilangan ghiroh sama dengan mati.
(Buya Hamka)



KUTIPAN KATA BIJAK – Tokoh Nasional Indonesia


Mohammad Hatta

Pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia
Lahir: 1902-1980


Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki.

(Mohammad Hatta)


Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.

(Mohammad Hatta)


Agar perut rakyat terisi, kedaulatan rakyat perlu ditegakkan. Rakyat hampir selalu lapar bukan karena panen buruk atau alam miskin, melainkan karena rakyat tidak berdaya.

(Mohammad Hatta)


Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.

(Mohammad Hatta)


Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan.

(Mohammad Hatta)


Apa yang kita lakukan di dunia ini, kelak semuanya akan dipertanggungjawabkan melalui pengadilan Allah.

(Mohammad Hatta)


Untuk mencapai cita-cita yang tinggi, manusia (pahlawan) melepaskan nyawanya pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi senantiasa menyimpan dalam hatinya luka wajah tanah air yang duka.

(Mohammad Hatta)


Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta.

(Mohammad Hatta)


Apa yang dilakukan oleh orang setelah mendengar suatu khotbah jauh lebih penting dari apa yang dikatakannya tentang khotbah itu.

(Mohammad Hatta)


Kematian adalah yang terakhir dalam waktu tetapi sekaligus yang awal dari kekalahan.

(Mohammad Hatta)


Indonesia merdeka tidak ada gunanya bagi kita, apabila kita tidak sanggup untuk mempergunakannya memenuhi cita-cita rakyat kita: hidup bahagia dan makmur dalam pengertian jasmani maupun rohani.

(Mohammad Hatta)


Hamba-hamba Allah penghuni surgawi, harus menggunakan bahasa yang halus dan sopan.

(Mohammad Hatta)


Kita dapat mengukur keberadaan kita terhadap Allah dengan kepekaan kita terhadap penderitaan dan kesusahan orang lain.

(Mohammad Hatta)


Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran.

(Mohammad Hatta)


Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.

(Mohammad Hatta)


Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna.

(Mohammad Hatta)


Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri.

(Mohammad Hatta)


Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku, ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku.

(Mohammad Hatta)


Memang benar pepatah Jerman: 'Der Mensch ist, war es iszt', artinya: 'sikap manusia sepadan dengan caranya ia mendapat makan'.

(Mohammad Hatta)


Saya menyebut satu nama yang patut menjadi kenang-kenangan buat selama-lamanya: Tjipto Mangunkusumo, yang meninggal kemarin pagi dalam usia 58 tahun. Sejarah hidupnya mudah diterangkan dengan beberapa kata saja: jujur, setia, ksatria, berjuang, berkorban, pembuangan dan penyakitan.

(Mohammad Hatta)


Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku, ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku.

(Mohammad Hatta)


Banyak orang yang bertukar haluan karena penghidupan, istimewa dalam tanah jajahan di mana semangat terlalu tertindas, tetapi pemimpin yang suci senantiasa terjauh daripada godaan iblis itu.

(Mohammad Hatta)


Keberanian bukan berarti tidak takut, keberanian berarti menaklukan ketakutan.

(Mohammad Hatta)


Berpuluh-puluh pemimpin kita yang meringkuk dalam bui sengsara dalam pembuangan di Boven Digul, dengan tiada mempunyai pengharapan akan kembali lagi. Berapakah diantara saudara-saudara yang masih kenal akan nama-nama mereka?

(Mohammad Hatta)


Maka dengan tercapainya penyerahan kedaulatan, perjuangan belum selesai.

(Mohammad Hatta)


Malahan kita berada pada permulaan perjuangan yang jauh lebih berat dan lebih mulia, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan daripada segala macam penindasan.

(Mohammad Hatta)


Selama dengan buku, kalian boleh memenjarakanku dimana saja, karena dengan buku, aku merasa bebas.

(Mohammad Hatta)


Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita.

(Mohammad Hatta)


Filosofi meluaskan pandangan serta mempertajam pikiran, sekaligus berguna untuk penerangkan pikiran dan penetapan hati.

(Mohammad Hatta)


Kita tidak pernah dapat berkorban begitu besar bagi mereka yang bersedia mengorbankan segalanya bagi kita.

(Mohammad Hatta)


Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.

(Mohammad Hatta)


Pemimpin sejati adalah pemimpin yang sanggup menyediakan penggantinya.

(Mohammad Hatta)



  

KUTIPAN KATA BIJAK – Tokoh Nasional Indonesia

Soekarno

Presiden pertama Indonesia
Lahir: 1901-1970


Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

(Soekarno)

 

Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya!

(Soekarno)

 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.

(Soekarno)

 

Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.

(Soekarno)

 

 

Aku akan memuji apa yang baik, tak pandang sesuatu itu datangnya dari seorang komunis, islam, atau seorang Hopi Indian.

(Soekarno)

 

Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.

(Soekarno)

 

Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.

(Soekarno)

 

Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

(Soekarno)

 

Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.

(Soekarno)

 

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

(Soekarno)

 

Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu Negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.

(Soekarno)

 

Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

(Soekarno)

 

Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.

(Soekarno)

 

Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.

(Soekarno)

 

Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!

(Soekarno)

 

Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya.

(Soekarno)

 

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

(Soekarno)

 

Jangan sekali-kali melupakan sejarah.

(Soekarno)

 

Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.

(Soekarno)

 

Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.

(Soekarno)

 

Kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja kepalanya.

(Soekarno)

 

Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.

(Soekarno)

 

Sekalipun di bawah pengawasan polisi rahasia dengan senjata ditangannya, aku tahu apa yang harus aku lakukan.

(Soekarno)

 

Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, kita hadapi dengan konfrontasi militer.

(Soekarno)

 

Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.

(Soekarno)

 

Kasihan burung itu, biarkan dia mencari makan di alam bebas. Kamu orang belum pernah mengalami bagaimana susahnya orang ditahan, dipenjarakan tanpa ada kesalahan. Maka jangan ada pengawal saya memenjarakan burung dalam sangkar, sekalipun sangkarnya dari emas.

(Soekarno)

 

Rakyat padang pasir bisa hidup, masa kita tidak bisa hidup!

(Soekarno)

 

Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.

(Soekarno)

 

Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsanya hidup dalam damai dan persaudaraan.

(Soekarno)

 

Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.

(Soekarno)

 

Berikan aku sepuluh pemuda, akan ku goncangkan dunia.

(Soekarno)

 

Berilah aku semilyun orang tua, maka aku akan sanggup memindahkan gunung Merapi dari tempatnya; dan berilah aku sepuluh pemuda yang bersemangat besar, niscaya aku akan sanggup menggemparkan dunia.

(Soekarno)

 

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.

(Soekarno)

 

Tidak peduli rakyat bisa membaca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia merdeka.

(Soekarno)

 

Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi gitamu. Tuhan tidak merobah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya.

(Soekarno)

 

Adakan Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet Rusia merdeka telah mempunyai Dnepropetrovsk, dan yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyai stasiun radio yang menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta api yang cukup meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan-tuan yang terhormat.

(Soekarno)

 

Akan tetapi, betapa pun, pandangan dunia luar, maka terhadap persoalan apakah aku akan menjadi komunis atau tidak, jawabnya ialah: Tidak.

(Soekarno)

 

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

(Soekarno)

 

Saatnya telah tiba untuk meyakinkan dunia bahwa aku bukan boneka Jepang.

(Soekarno)

 

Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebaga bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.

(Soekarno)

 

Engkau telah sering mendengar mengenai diriku, bahwa aku ini sejak umur 16 tahun telah mencemplungkan diri dalam gerakan untuk tanah air, bangsa, dan cita-cita.

(Soekarno)

 

Dan sejarah akan menulis: di sana di antara benua Asia dan Australia, antara Lautan Teduh dan Lautan Indonesia adalah hidup satu bangsa yang mula-mula mencoba untuk kembali hidup sebagai bangsa, tetapi akhirnya kembali menjadi satu kuli di antara bangsa-bangnsa kembali menjadi: Een natie van koelies, en een kolie onder de naties. Maha besarlah Tuhan yang membuat kita sadar kembali sebelum kasip.

(Soekarno)

 

Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur.

(Soekarno)

 

Dalam pidatoku, "Sekali Merdeka tetap Merdeka"! Kucetus semboyan: "Kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta KEMERDEKAAN".

(Soekarno)

 

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang.

(Soekarno)

 

Bangsa Indonesia (Saya) berjanji pada diri Beograd (sendiri) untuk bekerja mencapai suatu Dunia yang lebih baik, suatu Dunia yang bebas dari sengketa dan ketegangan, suatu Dunia di mana anak-anak dapat tumbuh dengan bangga dan bebas, suatu Dunia di mana keadilan dan kesejahteraan berlaku untuk semua orang. Adakah suatu bangsa menolak janji semacam itu?

(Soekarno)

 

Pemilihan umum jangan menjadi tempat pertempuran. Perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan bangsa Indonesia.

(Soekarno)

 

Tidak ada dua bangsa yang cara perjuangannya sama. Tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjuang sendiri, mempunyai karakteristik beograd. Oleh karena pada hakekatnya bangsa sebagai individu mempunyai kepribadian sendiri.

(Soekarno)

 

Jikalau orang Indonesia berjumpa dengan orang Indonesia, warga negara Republik Indonesia berjumpa dengan warga negara Republik Indonesia, pendek kata jikalau orang Indonesia bertemu dengan orang Indonesi, selalu memekikkan pekik merdeka! jangankan di surga, di dalam neraka pun!!!

(Soekarno)

 

Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat.

(Soekarno)

 

Entah bagaimana tercapainya persatuan itu, entah bagaimana rupanya persatuan itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia Merdeka itulah Kapal Persatuan adanya.

(Soekarno)

 

Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.

(Soekarno)

 

Di manakah kekuatan duniawi yang bisa memadamkan tenaga sesuatu bangsa.

(Soekarno)

 

Kalau kita tidak bisa menyelenggarakan sandang, pangan di tanah air yang kaya ini, maka sebenarnya kita sendiri yang tolol, kita sendiri yang maha tolol.

(Soekarno)

 

Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.

(Soekarno)

 

Bagaimana hakekatnya budaya atau cultuur yang didatangkan imperialisme modern itu? Stockvis menyebutnya rakyat katulistiwa yang korat-karit dan diperlakukan tidak semena-mena.

(Soekarno)

 

Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuat.

(Soekarno)

 

Bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka dan menjadi buruh antara bangsa-bangsa. Tuan-tuan hakim itu bukan nyaman. Tidaklah karenanya wajib tiap-tiap nasional mencegah keadaan itu dengan seberat-beratnya?

(Soekarno)

 

Janganlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat, dan bukan berada atas rakyat.

(Soekarno)

 

Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai imagination!

(Soekarno)

 

Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing. Saudara-saudara semua sia sedia mati mempertahankan tanah airkita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia untuk merdeka.

(Soekarno)

 

Dari sudut positif kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaaan yang sehat.

(Soekarno)

 

Indonesia merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.

(Soekarno)

 

Masyarakat keadilan sosial bukan saja meminta distribusi yang adil, tetapi juga adanya produksi yang secukupnya.

(Soekarno)

 

Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakna Marhaen itu adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme.

(Soekarno)

 

Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari dua sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.

(Soekarno)

 

Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?

(Soekarno)

 

Bangsa atau rakyat adalah satu jiwa. Jangan kita kira seperti kursi-kursi yang dijajarkan. Nah, oleh karena bangsa atau rakyat adalah satu jiwa, maka kita pada waktu itu memikirkan dasar statis atau dasar dinamis bagi bagsa, tidak boleh mencari hal-hal di luar jiwa rakyat itu sendiri.

(Soekarno)

 

Kemerdekaan adalah jembatan emas, jembatan inilah yang leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi.

(Soekarno)

 

Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copy atas tiruan dari Nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.

(Soekarno)

 

Toh, diberi hak atau tidak di beri hak, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti akhirnya bangkit menggerakan tenaganya, kalau ia sudah terlalu merasakan celakanya diri teraniaya oleh satu daya angkara murka. Jangan lagi manusia, jangan lagi bangsa, walau cacing pun tentu bergerak berkelegut kalau merasakan sakit.

(Soekarno)

 

Tuhan tidak merobah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya.

(Soekarno)

 

Apa yang sudah disepakati secara politik, jangan pernah diperdebatkan secara estetis.

(Soekarno)

 

Dalam hubungan Internasional pun kemerdekaan merupakan suatu jembatan, suatu jembatan untuk perjuangan bangsa-bangsa bagi persamaan derajat untuk pembentukan bangsa-bangsa dan negara-negara sehinggga sanggup berdiri di atas kaki beograd (sendiri), Politis, ekonomis.

(Soekarno)

 

Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.

(Soekarno)

 

Kamu orang ini betul-betul tidak mempunyai rasa kasihan kepada sesama hidup. Apa salahnya kijang itu kamu tembak? Bagaimana kalau kijang yang kamu tembak itu masih mempunyai anak kecil yang memerlukan pertolongan induknya? apakah kamu orang di sini kekurangan makan?

(Soekarno)

 

Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-Saudara. Berjiwa besarlah, ber-imagination. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia.

(Soekarno)

 

Dalam sebuah revolusi, bapak makan anak itu adalah hal yang lumrah.

(Soekarno)

 

Bangsa adalah segerombolan manusia yang keras, ia punya keinginan bersatu dan mempunyai persamaan watak yang berdiam di atas satu geopolitik yang nyata satu persatuan.

(Soekarno)

 

Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!

(Soekarno)

 

Hentikan perdagangan barteran ini dengan Singapura dan bergabunglah dalam kesatuan-kesatuan ekonomi yang kuat untuk memajukan daerah saudara-saudara dan untuk membuat Belawan-Deli menjadi pelabuhan yang terbesar di Asia Tenggara.

(Soekarno)

 

Ini adalah kesewenang-wenangan dengan mempergunakan undang-undang sebagai sendjata.

(Soekarno)

 

Jika tiap-tiap orang Indonesia yang tujuh puluh milyun ini lebih dahulu merdeka di dalam hatinya, sebelum kitra mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka. Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita ! Di dalam Saudi Arabia merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet - Rusia merdeka, Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet - Rusia satu per satu.

(Soekarno)

 

Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah social rechtvaardigheid. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil.

(Soekarno)

 

Perbaikan nasib ini hanya bisa datang seratus persen, bilamana masyarakat sudah tidak ada kapitalisme dan imperialisme.

(Soekarno)

 

Wadah yang bernama Negara Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, adat istiadat ini supaya utuh tidak retak.

(Soekarno)

 

Ini Negara, alat perjuangan kita. Dulu alat perjuangan ialah partai.

(Soekarno)

 

Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme.

(Soekarno)

 

Kita dari republik Indonesia dengan tegas menolak chauvinisme itu. Maka itu di samping sila kebangsaan dengan lekas-lekas kita taruhkan sila perikemanusiaan.

(Soekarno)

 

Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang membuat kita menjadi 'Perkakasnya Tuhan', dan membuat kita menjadi 'hidup di dalam roh'.

(Soekarno)

 

Negara kita ini untuk kita semua, untuk seluruh rakyat dan untuk seluruh keturunan bangsa kita.

(Soekarno)

 

Politik bebas bukanlah suatu politik mencari kedudukan netral jika pecah peperangan, politik bebas bukanlah suatu politik netralitas tanpa mempunyai warnanya Beogard ( sendiri ), berpolitik bebas bukanlah berarti menjadi berarti menjadi suatu negara penyangga antara kedua blok raksasa.

(Soekarno)

 

Sosialisme berarti adanya pabrik yang kolektif, Andanya industrialism yang kolektif. Andanya distribusi yang kolektif. Andanya pendidikan yang kolekstif.

(Soekarno)

 

Suatu bangsa hanyalah menjadi kuat kalau patriotismenya meliputi patriotisme ekonomi. Ini memang jalan yang benar ke arah kekuatan bangsa, jalan yang jujur, jalan yang tepat.

(Soekarno)

 

Suatu revolusi melemparkan hukum yang ada dan maju terus tanpa menghiraukan hukum itu. Jadi sukar untuk merencanakan suatu revolusi dengan ahli hukum. Kita memerlukan getaran perasaan kemanusiaan.

(Soekarno)

 

Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.

(Soekarno)

 

Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri.

(Soekarno)

 

Untuk membangun negara yang demokratis, maka satu ekonomi yang merdeka harus dibangun.

(Soekarno)

 

Jikalau kita membaca seorang pemimpin Irlandia lain, Erskin Childers berkata, kemerdekaan bukanlah soal tawar-menawar, kemerdekaan sebagai maut, dia ada atau tidak ada. Kalau orang menguranginya maka itu bukan kemerdekaan lagi.

(Soekarno)

 

Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya, menjadi Kepala Negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan otomatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip monarki itu.

(Soekarno)

 

Kita ingin mendirikan suatu negara, semua buat semua, bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara, semua buat semua.

(Soekarno)

 

Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua. Bukan kristen buat Indoneisa, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indoneisa, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua.

(Soekarno)

 

Maka aku sekarang berkata kepada para teksnisi, kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita kerjakan kita punya tugas, tanpa meghitung-hitung apa yang nanti terjadi dengan kita.

(Soekarno)

 

Maka karena itu jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat dan mencintai rakyat Indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechvaardig heid ini, yaitu bukan saja persamaan politik, harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama.

(Soekarno)

 

Memang Zaman imperialisme modern mendatangkan kesopanan, mendatangkan jalan-jalan tapi apakah itu setimbang dengan bencana yang disebabkan oleh usaha-usaha partikulir itu?

(Soekarno)

 

Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas. Di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!

(Soekarno)

 

Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.

(Soekarno)

 

Saudara-saudara dan rombongan-rombongan: Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara-saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!

(Soekarno)

 

Sungguh Tuhan hanya memberi hidup satu kepadaku, tidak ada manusia mempunyai hidup dua atau tiga.

(Soekarno)

 

Tetapi kecuali dari pada itu maka peristiwa menjadi merdekanya sesuatu bangsa yang tadinya dijajah oleh imperialisme bangsa lain, merdeka, betul-betul merdeka, dan bukan merdeka boneka.

(Soekarno)

 

Tuan-tuan hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya datangnya Ratu Adil. Dan sering kali kita mendengar di desa ini atau di desa situ telah muncul seorang Imam Mahdi atau Heru Cakra. Tak lain tak bukan karena rakyat menunggu dan mengharap pertolongan.

(Soekarno)

 

Untuk menjadi padang usaha industrialisme, seluruh daerah Indonesia harus Ekonomis satu dan supaya ekonomisnya menjadi satu, maka seluruh daerah Indonesia itu Politis harus menjadi satu pula.

(Soekarno)

 

Imperialisme yang pada hakikatnya internasional hanya dapat dikalahkan dan ditundukan dengan penggabungan tenaga anti imperialisme yang internasional juga.

(Soekarno)

 

Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar dengan tekad merdeka, merdeka atau mati!

(Soekarno)

 

Kemerdekaan untuk merdeka, kemerdekaan berarti mengakhiri untuk selama-lamanya penghisapan-penghisapan bangsa oleh bangsa, penghisapan-penghisapan yang tak langsung maupun penghisapan yang langsung.

(Soekarno)

 

Kita bangsa yang cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan.

(Soekarno)

 

Manakala suatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan.

(Soekarno)

 

Menurut keyakinan kami, hilangnya pemerintah asing dari Indonesia, belum tentu juga dibarengi oleh hilangnya imperialisme asing sama sekali.

(Soekarno)

 

Nasionalisme Eropa ialah satu nasionalisme yang bersifat serang menyerang. Satu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri, satu nasionalisme perdagangan yang untung atau rugi nasionalisme semacam itu pastilah salah, pastilah binasa.

(Soekarno)

 

Perang kemerdekaan Amerika adalah sukses pertama perang melawan kolonials di dalam sejarah dunia.

(Soekarno)

 

Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial adalah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat teknologi yang sangat moderen. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme.

(Soekarno)

 

Sejak adanya Opendeur Politik, juga modal Inggris, juga modal Amerika, juga modal Jepang, juga modal lain-lain, sehingga imperialisme di Indonesia kini jadi Internasional.

(Soekarno)

 

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri.

(Soekarno)

 

Selama rakyat belum mencapai kekuasaan politik atas negri sendiri, maka sebagian atau syarat-syarat hidupnya baik ekonomi maupun sosial maupun politik diperuntukan bagi yang bukan kepentingannya bahkan bertentangan dengan kepentingannya.

(Soekarno)

 

Soal jajahan, adalah soal rugi atau untung, soal ini bukanlah soal kesopanan atau kewajiban, soal ini ialah soal mencari hidup soal Business!

(Soekarno)

 

Tanpa ekonomi yang merdeka, tak mungkin kita mencapai kemerdekaan, tak mungkin kita tetap hidup.

(Soekarno)

 

Indonesia merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!

(Soekarno)

   




 

Ali bin Abi Thalib r.a.

Pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad SAW
Lahir: 599-661


Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.

(Ali bin Abi Thalib)


Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.

(Ali bin Abi Thalib)


Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Hati manusia adalah seperti binatang buas. Barangsiapa hendak menjinakkannya, akan diterkamnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang banyak.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Menjaga air muka adalah hiasan bagi orang miskin, sebagaimana syukur adalah hiasan bagi orang kaya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Jangan sekali-kali menyebabkan keluargamu paling menderita karenamu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Ucapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi nenek moyang.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Ikatlah ilmu dengan menulis.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pergunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Tanda-tanda orang nan celaka antara lain: bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram dan menjauhi nasihat.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Kesucian hati nurani seseorang sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Selemah-lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Memaafkan adalah kemenangan terbaik.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Orang yang hanya berfikir bagi kepentingan perutnya sahaja maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari isi perutnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Selama kedudukan Anda baik, kekurangan Anda tertutup.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Jangan sekali-kali merasa malu memberi walaupun sedikit, sebab tidak memberi sama sekali pasti lebih sedikit nilainya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Manusia adalah musuh bagi apa yang tidak dia ketahui.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Setiap nafas seseorang adalah sebuah langkah menuju ajalnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Keberanian seseorang sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberimu kehormatan diri.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Sifat pemarah adalah musuh utama akal.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Tidak sepatutnya seseorang merasa aman tentang dua hal: kesehatan dan kekayaan.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Ketulusan seseorang sesuai dengan kadar kemanusiaannya.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Yang paling mampu memaafkan ialah orang yang paling berkuasa untuk menghukum.

(Ali bin Abi Thalib)

 

Yang terbaik di antara kalian ialah mereka yang berakhlak paling mulia.

(Ali bin Abi Thalib)

 

 

 


 

 

Umar bin Khattab

Umar bin Khattab termasuk orang yang sangat terhormat dari suku Quraisy. Ia adalah putra dari pasangan Al-Khathab dan Hanthamah. Sebelum memeluk Islam, Umar terkenal sebagai orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Makkah. Pada masa jahiliyah, semua urusan kedutaan diserahkan padanya. Jika terjadi masalah antara orang-orang Quraisy dengan suku lainnya, maka Umar adalah orang yang diutus sebagai duta.

Sebelum masuk Islam, Umar juga dikenal sebagai orang yang paling membenci dan memusuhi Islam, sampai-sampai ada yang pernah mengatakan, “Meski keledainya masuk Islam, Umar sesekali tidak akan pernah masuk Islam.”

 

 

 

The most beloved of people to me is he that points out my flaws to me. – Umar bin Khattab

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang mau menunjukkan kesalahanku. – Umar bin Khattab

The women are not a garment you wear, and undress however you like. They are honoured and have their rights. – Umar bin Khattab

Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu kenakan dan kamu tanggalkan sesuka hati. Wanita itu terhormat dan memiliki haknya. – Umar bin Khattab

Do not grieve over what has passed, unless it makes you work harder for what is about to come. – Umar bin Khattab

Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali jika itu bisa membuatmu bekerja lebih keras untuk apa yang akan datang. – Umar bin Khattab

Do not be fooled by one who recites the Qur'an. His recitation is but speech, but look to those who act according to it. – Umar bin Khattab

Jangan tertipu oleh orang yang membacakan Alquran. Tapi lihatlah kepada mereka yang bertindak sesuai dengan Alquran itu. – Umar bin Khattab

We were the most humiliated people on earth, and Allah gave us honour through Islam. – Umar bin Khattab

Dulu Kami adalah orang-orang yang paling terhina di muka bumi, dan Allah kemudian memberi kami kehormatan melalui Islam. – Umar bin Khattab

Sometimes, the people with the worst past create the best future. – Umar bin Khattab

Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan yang paling cerah. – Umar bin Khattab

There can be no Islam in the person who does not perform salah. – Umar bin Khattab

Tak ada Islam bagi orang yang tidak mengerjakan shalat. – Umar bin Khattab

Whosoever shows you your fault, he's your friend. Those that pay you lip service in praise are your executioners. – Umar bin Khattab

Orang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanmu, itulah temanmu yang sesungguhnya. Sedangkan mereka yang hanya menyebar omong kosong dengan selalu memujimu, mereka sebenarnya adalah para algojo yang akan membinasakanmu. – Umar bin Khattab

Sit with those who love Allah, for that enlightens the mind. – Umar bin Khattab

Duduklah bersama orang-orang yang mencintai Allah, karena bersama mereka akan mencerahkan pikiran. – Umar bin Khattab

If something is meant to go elsewhere, it will never come on your way, but if it is yours by destiny, from you it cannot flee. – Umar bin Khattab

Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku. – Umar bin Khattab

I fear the day when the disbelievers are proud of their falsehood, and the Muslims are shy of their faith. – Umar bin Khattab

Aku khawatir akan datangnya hari di mana orang-orang yang tak beriman merasa bangga akan kedustaannya, sementara orang-orang yang beriman malu akan keimanannya. – Umar bin Khattab

Be dignified, honest and truthful. – Umar bin Khattab

Jadilah orang yang bermartabat, jujur dan penuh kebenaran. – Umar bin Khattab

I have never regretted my silence. As for my speech, I have regretted it over and over again. – Umar bin Khattab

Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku. – Umar bin Khattab

 

I will not calm down until I put one cheek of a tyrant on the ground and the other under my feet. And for the poor and the weak, I will put my cheek on the ground. – Umar bin Khattab

Aku tidak akan membiarkan orang tiran yang berbuat zalim kepada orang lain atau melanggar hak orang lain hingga pipi orang itu akan aku letakkan di atas tanah dan pipinya yang sebelah lagi akan aku injak dengan kakiku sampai ia mau kembali kepada kebenaran. Sebaliknya, kepada orang yang bersih dan mau hidup sederhana, aku akan menaruh pipiku di atas tanah. – Umar bin Khattab

Remind yourselves of Allah, for it is a cure. Do not remind yourselves of the people, for it is a disease. – Umar bin Khattab

Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit. – Umar bin Khattab

May Allah show mercy on the man who shows me my faults. – Umar bin Khattab

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang mau menunjukkan kesalahanku. – Umar bin Khattab

Patience is the healthiest ingredient of our life. – Umar bin Khattab

Sabar adalah bahan ramuan paling sehat dalam hidup kita. – Umar bin Khattab

No amount of guilt can change the past, and no amount of worrying can change the future. – Umar bin Khattab

Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan Tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan. – Umar bin Khattab

Judge yourselves before you are judged. Evaluate yourselves before you are evaluated, and be ready for the greatest investigation.The day of judgement. – Umar bin Khattab

Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah akan datangnya hari besar ditampakkannya amal. – Umar bin Khattab

The best way to defeat someone is to beat him at politeness. – Umar bin Khattab

Cara terbaik untuk mengalahkan seseorang adalah mengalahkannya dengan kesopanan. – Umar bin Khattab

I am not worried about whether my Dua will be responded to. But rather I am worried about whether I will be able to make Dua or not. – Umar bin Khattab

Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa. – Umar bin Khattab

I do not like this world except for three things:
1) the place where my forehead touches the ground in prostration,
 2) the places where people gather for knowledge, seeking good words as they would choose the best dates from the dish, and
3) striving in Allah’s way. – Umar bin Khattab

Aku tidak suka tetap di dunia ini kecuali karena tiga hal;
Pertama, tempat di mana aku bisa meletakkan keningku di tanah untuk bersujud kepada Allah;
Kedua, tempat orang-orang berilmu berkumpul, di mana aku bisa duduk bersama mereka untuk memetik perkataan yang baik, sebagaimana dipetiknya buah yang ranum; dan
Ketiga, berjihad di jalan Allah. – Umar bin Khattab

Get used to a rough life, because luxury doesn't last forever. – Umar bin Khattab

Biasakan diri dengan hidup susah, karena kesenangan tidak akan kekal selamanya. – Umar bin Khattab

Let not your love become attachment, nor your hate become destruction. – Umar bin Khattab

Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan. – Umar bin Khattab

Avoiding a sin is lighter than the pain of remorse. – Umar bin Khattab

Menghindari dosa itu lebih ringan daripada menanggung rasa sakit dari sebuah penyesalan. – Umar bin Khattab

Be patient; patience is a pillar of faith. – Umar bin Khattab

Bersabarlah, karena kesabaran adalah sebuah pilar keimanan. – Umar bin Khattab

Hold on to your Salah. because if you lose that, you will lose everything else. – Umar bin Khattab

Jagalah shalatmu. Karena ketika kamu kehilangan shalat, maka kamu akan kehilangan segalanya. – Umar bin Khattab

If you see that one of you has slipped, correct him, pray for him and do not help shaytan against him. – Umar bin Khattab

Jika salah satu dari kalian tergelincir (dalam perbuatan dosa), perbaiki dia, doakan dia dan jangan bantu setan mendekatinya. – Umar bin Khattab

Stick to the truth even if the truth kills you. – Umar bin Khattab

Berpegang teguhlah pada kebenaran bahkan meski kebenaran itu membunuhmu. – Umar bin Khattab

Trust is that there should be no difference between what you do and say and what you think. – Umar bin Khattab

Keyakinan adalah di mana seharusnya tidak ada perbedaan antara perbuatan, perkataan, dan apa yang kamu pikirkan. – Umar bin Khattab

Invite people to Islam even without words. They asked, “How?” He replied, “With your manners.” – Umar bin Khattab

Ajaklah seseorang kepada Islam meski tanpa melalui kata-kata. Mereka bertanya, “Bagaimana caranya?”  Dia menjawab, “Dengan sopan santunmu” – Umar bin Khattab

O Allah, I am indeed harsh, so make me gentle. I am weak, so make me strong. And I am miserly, so make me generous. – Umar bin Khattab

Ya Allah, sesungguhnya aku ini orang yang keras, maka lunakkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang lemah, maka kuatkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang bakhil, maka jadikanlah aku orang yang dermawan. – Umar bin Khattab

Ask Allah for help against your evil desires, just as you ask Him for help against your enemies. – Umar bin Khattab

Mohonlah pertolongan kepada Allah agar menolong kalian melawan nafsu jahat kalian, sama seperti kalian memohon pertolongan dalam melawan musuh-musuh kalian. – Umar bin Khattab

There is no relationship between Allah and anyone except through obedience to Him. – Umar bin Khattab

Tidak ada hubungan antara Allah dengan siapapun kecuali melalui ketaatan kepada-Nya. – Umar bin Khattab

Don't forget your own self while preaching to others. – Umar bin Khattab

Jangan melupakan diri Anda sendiri saat menyampaikan nasehat kepada orang lain. – Umar bin Khattab

If your spouse is angry you should be calm. When one is fire, the other should be water. – Umar bin Khattab

Jika pasanganmu sedang marah, maka kamu harus tenang. Karena ketika salah satunya adalah api, maka satu yang lainnya harus bisa menjadi air yang bisa meredakan amarah itu. – Umar bin Khattab

 

 

Utsman bin Affan adalah sahabat Nabi Muhammad  yang termasuk Khulafaur Rasyidin yang ke-3. Utsman adalah seorang yang saudagar yang kaya tetapi sangatlah dermawan. Ia juga berjasa dalam hal membukukan Al-Qur’an.Ia adalah khalifah kali pertama yang melakukan perluasan Masjid al-Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Ia mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya; membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid; membangun pertanian, menaklukan beberapa daerah kecil yang berada disekitar perbatasan seperti Syiria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, Rodhes, dan juga membentuk angkatan laut yang kuat. Jasanya yang paling besar adalah saat mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan Al-Quran dalam satu mushaf.

 



Kalimat Bijak Ustman Bin Affan Yang Paling Inspiratif 

Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya
- Ustman Bin Affan -

Ingatlah, kalian berada di tempat yang terus berubah. Manfaatkanlah sisa umur kalian dengan baik. Bersiaplah menjemput ajal sebaik mungkin. Dan jangan lupa, kematian pasti datang menjemput pada waktu yang tak terduga. Ketahuilah, dunia ini dibentangkan penuh dengan tipuan. Allah Swt,berfirman,
- Ustman Bin Affan -

Sudah cukup nasihat orang-orang bijak. Ingatlah, orang yang selalu bersama Allah, tidak mungkin merasakan takut. Sebaliknya,orang yang meninggalkan Allah, kepada siapa dia kan berharap
- Ustman Bin Affan -

Jangan kalian paksa anak kecil untuk mencari nafkah. Jika kalian tetap memaksa, bisa saja nanti mungkin mereka akan mencuri. Jangan kalian bebani budak perempuan yang tidak mempunyai keahlian untuk mencari nafkah. Jika kalian tetap memaksanya untuk berusaha, bisa saja nanti mungkin dia akan menjual kehormatannya. Peliharalah diri kalian agar kalian dipelihara Allah. Carilah makanan dengan cara yang baik sesuai kemampuan yang ada.” 
- Ustman Bin Affan -

“Sebelum orang jahat menjadi penguasa kalian, serulah penguasa kalian untuk berbuat baik dan laranglah ia untuk berbuat jahat. Karena ketika orang jahat yang menjadi penguasa kalian, ia tidak akan mau mendengar seruan itu.”
- Ustman Bin Affan -

Jika hati kalian bersih, kalian pasti tidak pernah bosan membaca ayat-ayat Allah. Aku hanya mencintai datangnya siang dan malam yang dipenuhi dengan bacaan ayat-ayat-Nya.” 
- Ustman Bin Affan -

Allah memberi kalian dunia agar kalian menjadikannya sebagai jembatan menuju akhirat. Allah tidak menciptakan dunia agar kalian patuh atau condong kepadanya. Ingat, dunia ini pasti musnah sementara akhirat pasti kekal. Jangan kalian terpengaruh oleh sesuatu yang segera lenyap. Jangan pula kalian sibuk olehnya sehingga lalai untuk menghadapi yang kekal.
- Ustman Bin Affan -

Dahulukan sesuatu yang kekal. Dunia itu pasti musnah. Hanya Allah tempat kembali.
- Ustman Bin Affan -

“Bingung dalam memikirkan dunia akan menjadikan hati gelap, sedangkan bingung memikirkan akhirat akan menjadikan hati tenang”.
- Ustman Bin Affan -

“Berbisnislah (berniagalah) dengan Allah swt niscaya kalian akan mendapatkan untung.”
- Ustman Bin Affan -

“Aku merasa cukup dengan pandanganku sebagaimana aku merasa cukup dengan ingatanku.”
- Ustman Bin Affan -

 

 

 

 

 

 

 


Kata bijak, kata bijaksana, bijaksana, bijak, teladan, tauladan, tokoh nasional, tokoh internasional, Ustman Bin Affan, Buya Hamka, Soekarno, Bung Karno, Mohammad Hatta, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khattab, sahabat nabi, Khulafaur Rasyidin, Khalifah Ar-Rasyidin, khalifah, pemimpin islam, pemimpin umat, pemimpin Negara, presiden, ulama,